01573 2200325 4500001002100000005001500021035002000036007000300056040001200059100011100071245010800182250002000290300004600310020002100356041001400377082001600391084001600407264003600423336002100459337003000480338002300510520058500533650001601118700002201134700003201156850001201188852001501200990001601215990001601231INLIS00000000000006520260804051245 a0010-0826000005ta aSGPUKEN aNita AnggraeniepengarangeNita AnggraeniepengarangeNita AnggraeniepengarangeNita Anggraeniepengarang aDongeng nusantara kalimatan selatan :basal usul kota banjarmasin /cNita Anggraeni ; editor, Tim Hikam acetakan pertama a36 halaman :bilustrasi berwarna ;c15 cm 978-623-311-974-0 aindonesia 2[23]a398.2 a398.2 NIT d aYogyakarta :bHi- Kids ;,c2023 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aDengan hati tulus, Pangeran Tumenggung menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Samudera. Artinya, Nagara Daha ada di tangan Pangeran Samudera. Akan tetapi, Pangeran Samudera bertekad menjadikan Bandar Masih atau Banjar Masih sebagai pusat pemeritahan sebab bandar itu lebih dekat dengan muara Sungai Barito yang telah berkembang menjadi kota perdagangan. Tidak hanya itu, rakyat Nagara Daha pun dibawa ke Bandar Masih atau Banjar Masih. Pangeran Tumenggung diberi daerah kekuasaan di Batang Alai dengan seribu orang penduduk sebagai rakyatnya. Nagara Daha pun menjadi daerah kosong. acerita anak aTim Hikameeditor aKibar creationedesai cover aSGPUKEN aRuang Baca a00000000112 a00000000113